Perhatian
Sering sekali kami
menerima permintaan untuk membuatkan alat penyulingan.
Namun ternyata
setelah kami masukan sebagai daftar calon pemesan
banyak yang tidak memberikan jawaban atau hanya menjanjikan karena ditunda dengan berbagai alasan
Saya bisa memahami hal tersebut
tapi sedari awal saya sudah sampaikan, jika memang belum berniat untuk memulai usaha
jangan membuat sebuah komitmen pemesanan atau janji untuk bertemu
karena kami selalu memberikan pelayanan terbaik, namun hal tersebut jangan menjadi sarana untuk " ISENG "
Demikian, semoga ke depan hanya anda yang benar-benar sudah siap dan telah berhitung dengan berbagai hal untuk memulai usaha bioethanol
Terima kasih
Pertanyaan Mengenai bioethanol
--- Pada Sab, 6/12/08, Luqman Budiman menulis:
Dari: Luqman Budiman
Topik: Destilator Ethanol
Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id
Tanggal: Sabtu, 6 Desember, 2008, 11:51 PM
>
> Bp Adhie Nugroho Ass.Wr.Wb.
> Dengan hormat,
>
> Perusahaan kami tertarik untuk membeli alat distilator yang
> bapak tawarkan.
> Kami merencanaan membeli 1 unit sebagai trial dan
> mendapatkan feel nya di bisnis ethanol ini.
>
> Kami telah memiliki prospek pasar ( anchor market ) yang
> dapat kita masuki...kami berharap dapat bekerjasama dengan
> mitra-mitra pembeli mesin destilator bapak untuk
> bersama-sama menyuplai kebutuhannya.
>
> Memang yang masih mengganjal dihati adalah kebijakan cukai
> pemerintah.....market kami industri dan pharmasi..seperti
> mouthwash, pabrik parfum spray, ...mereka ingin harga tidak
> pakai
cukai..padahal saya baca di PP no.30, nov 2006 semua
> etahol non bbm harus kena cukai Rp.10.000.?
>
> Memang kami juga sedang mendevelop market etnol pengganti
> minyak tanah, ibu-ibu yang masih ragu menggunakan gas tetapi
> kembali ke minyak tanah sudah tidak ada...sekedar info
> ditempat kami di Bandung minyak tanah sudah tidak bersubsidi
> jadi harganya sudah Rp6.000 hingga Rp.8000 perliter. Cuman
> mendevelop market retail seperti ini butuh waktu dan
> distribusi chanel yang lumayan rumit kalau mau sistemik dan
> berkelanjutan besar..jadi kami harus melayani partai besar
> dari pabrik2 tersebut. Apa punya informasi trouble
> shootingnya tentang cukai ini....?
>
> Kapan ya sebaiknya kami dapat ketemu didarat...apa bapak
> belum ada rencana ke kota kami Bandung?...kalau tidak, kami
> juga tidak keberatan ke cilacap untuk mendiskusikan
> kerjasama
selanjutnya dan lebih komprehensif....sambil kami
> menyampaikan uang muka pemesanan. Kapan bapak ada waktu..dan
> sebaiknya kami ke cilacap pak?
>
> Bagaimana hasil RnD enzym selulosanya pak?....syukur kalau
> sudah ketemu juga..jadi kami bisa one stop shoping di Bapak
> untuk berguru bisnis etanol....jika belum kami memang
> merencanakan mengkombine dengan pak Soelaiman Budi Karang
> anyar solo yang sudah berhasil implementasi memfermentasikan
> sampah organik ( selulosa ) menjadi etanl..baru beernya tak
> destilasi pake mesin bapak.
>
> Jika berhasil kami merencanakan membuat pabrik kami
> terintegrasi
> 1. Ada pengolahan minyak atsiri
> 2. Selulosa sampah dari destilasi atsiri dibuat etanol
> bersama-sama dengan bahan fresh lain seperti singkong atau
> molase
> 3. Onggoknya kita buat gas bio dan listrik jadi kebutuhan
> energi pabrik
bisa diswasembada dari gas bio atau
> etanol....by produknya untuk pupuk organik plasma petani
> supllier singkong kita.....mohon masukan.
>
> Terima kasih.
> Wasssalam
>
> Budiman
> PT. ALAM ENDAH KAHURIPAN
> Jln. Katamso no.13 Bandung
- Pada Kam, 4/12/08, mis wanto menulis:
Dari: mis wanto
Topik: alat bioethanol
Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id
Tanggal: Kamis, 4 Desember, 2008, 3:41 AM
Pak, saya sangat tertarik dengan alat yg Bpk buat
sebenernya saya saya penasaran krna blm pernah liat sperti apa. saya sendiri masih awam tetang bioethanol hanya tau dari internet saja jdi tdk bisa membayangkan sama sekali benar2 nol tetang ini. yg pernah saya dengar bahwa membuat bioethanol harus hati2 karena mudah terbakar, bisa meledak jdi harus belajar dulu.
karena bahan baku yg banyak d daerah saya nira & singong jdi saya ingin belajar lebih lanjut termasuk membeli alatnya.
1 alamat lengkap bpk di mana
2. apakah d tempat bpk ada yg membuat bioethanol, alamat lengkap dimana
3. konsumen bpk yg sudah produksi d derah bpk d daerah jateng ada tdk alamatnya ato daerah lain
sebelumnya saya ucapkan terimakasih
salam
miswanto
terima kasih atas emailnya
silahkan lihat detail gambar alat destilasi di
www.reader-extract.tk
kolom PELANGGAN
jika sudah melihat& sedikit memahami
silahkan hubungi saya di
Adi 0812-2676-1600
jika anda ingin datang ke tempat saya
silahkan
saya siap membantu secara pribadi
tapi saya tidak bisa membawa anda ke bengkel kami
dengan alasan privasi dan keamanan teknologi yang kami miliki
biasanya kami baru mengajak pelanggan kami (yang sudah membeli alat kami) ke bengkel
karena memang ada beberapa hal yang akan kami tunjukan untuk meng efisiensi kan proses produksi dan hal tersebut tidak dapat kami tunjukan ke semua pihak
terima kasih
Adi
--- Pada Ming, 16/11/08, rony roto menulis:
Dari: rony roto
Topik: membran pervaporasi
Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id
Tanggal: Minggu, 16 November, 2008, 4:18 PM
assalamualaikum wr wb
kepada yth
Bpk.adhi nugraha
ditempat
Perkenalkan nama saya suroto asal banjarnegara.Saya sangat tertarik sekali pada penawaran mesin bioetanol pada web anda.Klo tidak keberatan mohon daftar harga mesin bioetanol untuk kapasitas 100-200liter/hari dengan kadar 80-99,5% etanol.
Saat ini berdasarkan berita sudah mulai dikembangkan membran pervaporasi sebagai pengganti destilasi yg biaya produksinya lebih mahal.apakan mesin bioetanol anda sudah menggunakan teknologi ini?
terimakasih atas penjelasannya dan saya ucapkan banyak2 terimakasih
hormat saya
suroto
Alat yang kami buat merupakan generasi kedua
generasi pertama berupa alat destilasi "biasa" yang serring dijumpai di produsen alkohol tradisional dengan 3 - 4 tahap untuk mencapai kadar 95%
generasi kedua ini sebenernya cukup 1 tahap dari fermentat menjadi alkohol 95 %
namun untuk mengantisipasi beberapa faktor external
saya cukup memberi arahan alat tersebut bekerja 2 tahap
yaitu fermentat==> alkohol35%==>alkohol95%
volume fermentat yang bisa masuk untuk satu kali proses 100 s/d 150 liter
waktu normal yang dibutuhkan 8-9 jam
dengan pemanas 100% berasal dari pemanas listrik
harga Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah)
harga belum termasuk ongkos kirim
sebenarnya saya sudah mempersiapkan alat yang saya sebut "liner emulsifier" yang jika di pasangkan pada alat destilasi generasi 2 (ALG2) mampu memproduksi alkohol 99 % dalam satu tahap proses
namun saat ini saya masih menunggu hak patent yang belum keluar
jika di bandingkan molucelar ciever sintetis alat ini lebih simple karena semi atomatis
jika menggunakan membran pemisah air dan alkohol memang bagus dan sangat baik, namun karena harga membran dan rentang pemakaian yang sangat pendek
sehingga sangat mahal jika dihitung per liternya
sehingga alat liner saya sangat ekonomis
untuk sementara
saya sarankan anda memiliki ADG2 kami
jika liner kami sudah keluar patent nya
tinggal di upgrade ke ADG2
terserah kebijakan anda dengan memperhatikan bugdet anda
alat yang kami buat relatif murah jika dibandingkan alat sejenis
dan tentunya alat kami selalu selangkah lebih maju teknologi nya
jika anda serius ingin memesan silahkan hubungi saya di
Adi
0812-2676-1600
Terima kasih
Dari: topiQoe_Siskal
Topik: Pertanyaan ttg Mesin Bio EtanolKepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id
Tanggal: Minggu, 26 Oktober, 2008, 5:34 AM
Pak Adhie yg terhormat,
Perkenalkan pak, nama saya Taufik dr Sby। Sekarang sy masih mahasiswa tp sangat tertarik dg bisnis bio etanol, krn sy ingin ketika sy lulus nanti sy bs membuka usaha sendiri। Ada bbrp hal yg ingin sy tanyakan ke bapak. 1. Berapakah kadar akhir bioetanol dari mesin buatan bpk dan bisakah sampai ke tingkat FGE? 2. Adakah pelanggan bpk yg sudah membeli mesin buatan bpk dan sudah memproduksi bioetanol yg berdomisili di sekitar sby? 3. Kalo sy sudah mantap untuk terjun di bisnis ini, dapatkah kita sharing persoalan apabila sy menemui kendala? karena bpk sdh terjun terlebih dahulu di bisnis ini. Anggap saja sebagai layanan purna jual gitu :)Atas jawaban dan atensi yang diberikan, sy ucapkan terima kasih.
Terima kasih emailnya saya jawab yang no. 3 ya saat ini rata-rata kendala yang dihadapi pembeli alat destilasi bioethanol yang saya buat adalah harga bahan baku sehingga saat ini banyak alat yang sudah dibeli tidak dapat digunakan oleh mereka saat ini harga molase 800/liter butuh 5 liter untuk bioethanol 95 %singkong grade A (pati 25 %) harganya 720/kg (butuh 7 kg per liter bioethanol 95 %) meskipun saya sudah dapat buat mesin bioethanol dua siklus (tahap awal fermentat menjadi 35 % dan tahan akhir 35 % menjadi 97 %)namun akan percuma bila HARGA bahan baku masih gak masuk akal. solusinya saya sarankan untuk buka pabrik di lampung dengan bahan baklu singkong atau di maluku dengan bahan baku aren semoga jawaban saya dapat membantu Adi nugraha
--- Pada Sel, 21/10/08, Michael EW menulis:
Dari: Michael EW Topik: ethanol proses Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id Tanggal: Selasa, 21 Oktober, 2008, 2:25 AM
Pak adi. Saya ingin memulai bisnis ethanol skala UKM dari singkong di Sumatra utara. Sebelum proses destilasi, saya ingin membuat Beer (campuran ethanol dan air) terlebih dahulu. Dimana saya bisa beli Enzym dan ragi dan molecular sieve. Apakah ketersediaan bahan baku ini terjamin.
Terima kasih atas bantuan informasinya।
Bls: ethanol proses Senin, 27 Oktober, 2008 15:55 Dari: Pengirim ini DomainKeys-nya telah diverifikasi "adhie nugraha" Melihat detail kontak Kepada: "Michael EW" Cc: "adi nugraha" terima kasih atas emailnya
saya beri sedikit saran untuk biaya yang mudah dan murah
jika bahan bakunya molase (tetes tebu) cukup ditambahkan 1 kg gula pasir dalam 200 liter molase (sebagai makanan awal ragi) ragi yang digunakan ragi sacharomices chereves ( banyak dijual ditoko pembuat roti dengan nama ragi roti dan merk dagang fermipan)
jika dengan bahan baku singkong dibutuhkan proses hampa udara (wadah tertutup) ragi yang dibutuhkan ragi aspergilus sp (penghasil enzim) biasanya di kenal dengan ragi tempe (banyak dijual di pasar
untuk molikelar chiever dapat digunakan kapur yang biasa digunakan sebagai bahan bangunan caranya diayak halus dan dipanaskan dalam oven (dapat dipakai oven pembuat roti) untuk mengurangi kadar airnya terserah mau dengan cara dicampur langsung dengan ethanolnya (kelemahannya penyusutan hingga 30 %) atau dibuat dengan sistem penyaring seperti air isi ulang (penyusutan 10%) kalau soal ini silahkan berimprovisasi semoga dapat membantu
silahkan lihat http://www.reader-extract.tk/
terima kasih
Adi Nugraha
Dari: Slamet Aditya Topik: Info Bioethanol Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id Tanggal: Rabu, 29 Oktober, 2008, 5:57 PM
Salam kenal Bpk. Adi Nugraha
Saya Adit dari Surakarta, saya tertarik dengan bisnis Bioethanol dan saat ini sedang mempelajari segala sesuatu ttg Bioethanol ini. Saya ingin menanyakan beberapa hal kepada bapak, yaitu a.l :
1. Kendala serta keluh kesah yang bapak paparkan di http://www.reader-extract.com/ mengenai masalah bahan baku dan distribusi pemasaran. Bagaimana dengan masalah bahan baku yang dihadapi apabila produksi dilakukan di Solo, sedangkan harga bahan baku di Solo (singkong langsung dari petani) berkisar antara Rp. 500,- s/d Rp. 600,- per kg. Dan untuk pemasaran, apakah Bioethanol yang didistribusikan dalam perindustrian (industri kimia, industri tekstil, industri rokok, dll) tetap terkena cukai dan apakah harus lepas dari bau yang ditimbulkan oleh Aldehid dan Keton. Dan bagaimana dengan distribusi kepada pemerintah melalui PT. Pertamina? Bukankah mereka siap menampung berapapun jumlah Bioethanol (walau dengan harga yang relatif murah - Rp. 5000,- )? 2. Saya ingin tahu perbandingan memakai singkong dan gaplek dalam pembuatan Bioethanol tersebut. Karena ada 2 cara berbeda yang saya dapatkan. Dari 2 cara itupun menghasilkan kapasitas Bioethanol yang berbeda. - disebutkan singkong 50 kg ditambah enzim Alfa-amilase + Gluko-amilase, serta penambahan ragi, NPK, dan urea dapat menghasilkan 7 ltr Bioethanol, sedangkan dengan Gaplek 25 kg ditambah cendawan Aspergillus Sp, tanpa penambahan ragi, urea, dan NPK dapat menghasilkan 10 ltr Bioethanol. Dengan kedua cara berbeda ini menghasilkan harga pokok produksi yang sangat berbeda pula. Cara singkong dgn HPP Rp. 3800,- per ltr, sedangkan cara gaplek dgn HPP Rp. 3000,- per ltr 3. Bagaimana cara menghilangkan Aldehid dan Keton yang terkandung dalam Bioethanol ? 4. Apakah penjagaan suhu kisaran 78 - 85 C dalam proses destilasi tidak bisa langsung menghasilkan Bioethanol 95 % ? Apakah harus tetap melalui lebih dari 1x proses destilasi? 5. Saya mendapatkan dokumen pembeberan dalam tahap Pervaporasi dengan menggunakan membran yang terbuat dari Polivinilalkohol dan Kitosan, bagaimana sebenarnya membuat dan proses pengerjaannya? Apakah alat itu bisa langsung diaplikasikan dalam alat destilasi? 6. Bapak sudah mulai memproduksi dan menawarkan alat destilasi Bioethanol yang dapat langsung menghasilkan FGE dalam 2x proses destilasi, saya ingin tahu berapakah kisaran harganya, plus pengiriman sampai Solo? 7. Bapak menawarkan juga sistim kerjasama dalam produksi Bioethanol ini, apakah penawaran tersebut juga berlaku sampai ke Solo, atau sebatas Jabodetabek? 8. Saya juga mendapat dokumen yang menyebutkan bahwa sampah pasar tradisional bisa digunakan sebagai bahan baku Bioethanol, apakah cara dan proses fermentasi-nya juga sama dengan proses fermentasi pada singkong?
Demikian sederetan pertanyaan saya mengenai Bioethanol, semoga bapak tidak keberatan menjawab semua pertanyaan saya, dan saya mengucapkan terima kasih sebelumnya. Saya tunggu balasan dari bapak secepatnya.
Terima kasih, Adit - Solo
Terima kasih emailnya
Banyak dan panjang sekali email anda. saya akan jawab satu persatu. email dan jawaban ini akan di upload juga di http://www.reader-extract.tk/ kolom kumpulan pertanyaan
1. Singkong segar perlu 7 kg untuk memproduksi bioetha 95 % jika dikurangi berat kulit. jika per kg harga sampai lokasi produksi (sudah termasuk biaya transportasi) sekitar Rp. 550. maka harga bahan baku sebesar Rp. 3.850 biaya yang diperlukan untuk memproses sekitar 1000 per liter (dengan asumsi hasil out put bioetha 95 % per hari min. 200 liter) biaya tersebut berdasarkan pengalaman produksi di daerah kab. Banyumas (rincian : biaya tenaga kerja, listrik, bahan bakar, bahan fermentator) berarti harga dasar Rp. 4.850 per liter bioetha 95 %.
Harga jual terserah dengan anda.
bahan baku menggunakan gaplek Harga per kilo Rp. 1200 1 liter bioetha 95 % membutuhkan 2,5 kilo gaplek dengan kadar pati min. 23 %. berarti harga bahan baku Rp. 3000 per liternya dengan ditambah biaya produksi Rp. 1000
maka harga dasar produksi Bioetha 95 % dari gaplek Rp. 4000
jika ingin dibuat bioetanol fuel grade 99 %. maka biaya produksi dikalikan bilangan kontanta 1,35
Harga bioethanol FG 99 % dari singkong Rp. 6550 per liter harga bioethanol FG 99 % dari gaplek Rp. 5400 per liter
jika memang harga tersebut seperli itu, anda dapat menjalan usaha produksi bioethanol terutama yang berasal dari gaplek
2. Penambahan NPK itu jika singkong / gaplek langsung direbus untuk selanjutnya di fermentasi. hasil terbaik dan teroptimal dengan cara mengambil patinya (seperti proses di pabrik pembuatan tepung tapioka) pati yang dihasilkan direbus (perbandingan pati dan air 1:6) hingga mengental, selanjutnya di masukkan dalam wadah kedap udara untuk mencegah perubahan hasil fermentasi menjadi turunan asam setelah dingin ditambahkan ragi roti dan ragi tempe masing-masing 5 % dari volume bubur pati. dan ditambahkan gula merah atau gula pasir 0,5 kilo per 200 liter bubur pati (sebagai makanan awal ragi)
3. Jika anda main ke pabrik tapioka, anda akan menemukan beberapa reagent ( bahan kimia) yang dipakai di sana. tanyakan fungsinya dan jika masih belum jelas, catat untuk di cari kegunaannya di internet (asal nama tersebut adalah nama baku) salah satu bahan tersebut dikhusus kan untuk mengurangi kandungan aldehid dan keton yang memang membuat bau tidak enak di bioethanol.
semua pembeli sekarang menginginkan bioethanol bebas aldehid dan keton, karena keduanya juga menimbulkan kontraksi air yang menurunkan kadari ethanol
4.Banyak yang salah kaprah mengenai suhu tersebut, memang ethanol akan menguap pada suhu 78 celcius. namun di proses destilasi diperlukan tidak hanya suhu yang terjaga.
ada empat unsur penting dalam menghasilkan bioethanol kadar tinggi : 1. suhu rentang 76 s/d 80 celcius 2.tekanan uap 3. tinggi tanur pendingin 4. line penghambat lajua uap ( yang biasanya juga diisi molucelar ciever)
jika ke empat hal tersebut sudah terpenuhi, akan sangat mudah untuk memproduksi bioethanol kadar tinggi hingga cukup 2 tahapan saja
5. molukelar ciever yang baik berasal dari bahan silika yang murah buat aja dari kapur bangunan yang dihaluskan dan dikeringkan dalam oven (oven roti untuk mengurangi kadar air)
kalo soal teknik ini saya tidak dapat menceritakan lebih detail, karena menyangkut hal patent alat yang saya miliki
6. saya telah merampungkan alat destilasi yang cukup melalui 2 tahapan. namun saat ini saya masih menunggu turunnya hak patent.
7. jika memang anda ingin memproduksi di solo, silahkan lihat alat destilasi konvesional milik pak sentot yang ada di bekonang sukoharja. saya yakin anda dapat membuat sendiri dengan 4 syarat tersebut.
saya siap melakukan kerjasama pembuatan termasuk pembelian hasil produksinya jika harganya masih masuk akal.
silahkan mencari inspirasi dan experimen. jika sudah mantap dan masih ada kendala saya siap membantu. karena saya saat ini sangat kewalahan memenuhi kebutuhan hingga saya harus lari ke lampung untuk mencari bahan baku yang murah
terima kasih
Pada Rab, 19/11/08, PT. Suryajaya Abadiperkasa menulis:
Dari: PT. Suryajaya Abadiperkasa
Topik: Permintaan penjelasan
Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id
Tanggal: Rabu, 19 November, 2008, 7:13 AM
Pak Adhie Nugraha,
Salam hormat,
Mohon apakah bisa dikirimkan gambar dan spesifikasi alat distilator yang bapak punya sebelum kami lakukan pemesanan. Apakah alat distilator yang bapak produksi bisa dipakai untuk memproses dengan bahan molases/nira untuk mendapatkan bioetanol ?
Thanks,
Wiwit.
Terima kasih emailnya
spek dan detail gambar ada di web kami
www.reader-extract.tk
atau
www.idegila.tk
kolom alat destilasi
dan ada beberapa pertanyaan yang saya upload ke web di kolom pertanyaan seputar biofuel
alat kami biasa dipesan pengusaha yang ingin membuat bioethanol dengan bahan baku singkong (60%), molases (30%), Nira (10%)
selain itu kami juga sering menerima pemesanan untuk minyak atsiri 10% dari total pemesanan alat kami
Jika anda berminat silahkan hub saya
Adi 0812-2676-1600 (no SMS)
Terima kasih
Adi
Pada Rab, 19/11/08, rony roto menulis:
Dari: rony roto
Topik: instalasi mesin bioetanol
Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id
Tanggal: Rabu, 19 November, 2008, 3:29 PM
terimakasih atas jawaban saudara adhi nugraha.klo tidak keberatan tolong kirimkan daftar instalasi mesin bioetanol secara lengkap dan estimasi biayanya.untuk kapasitas 100-200liter/hari dengan bahan singkong.
saat ini saya masih diluar negeri.insyallah setelah pulang baru memuali usaha saya.maaf apakah alamat perusahaan anda dicilacap?
saya tunggu jawabannnya.
terimakasih
terima kasih atas emailnya
alat yang kami buat kapasitas in 100-125 liter (volume total wadah 200 liter)
menggunakan pemanas elektrik (serupa sistem pemanas oven)
biasanya perlu 6-8 jam sekali proses
harga satu set Rp. 4 juta
pemesanan
DP 50 %
pengerjaan 10 hari kerja
setelah alat selesai dan siap dikirim
dilakukan pelunasan dan biaya kirim ditanggung pemesan
mengenai analisa usaha, saya kurang bisa menyarankan.
karena perlu pembicaraan yang detail.
mengenai spek lengkapnya ada di
www.reader-extract.tk
atau
www.idegila.tk
Tapi dari cerita beberapa pemesan saya
biasanya diperlukan modal 25-30 juta (diluar pembelian alat destilasi)
yang dialokasikan untuk
alat fermentasi 30 %
biaya produksi 20 %
pembelian bahan baku 50 %
pemesan saya dari Bangka Belitung, Palopo, Ternate, Bandung, Surabaya, Malang, Jambi, Makasar, Kendari, Pontianak, Lampung
dari seluruhnya belum ada keluhan dan masalah terhadap alat kami.
yang paling sering di keluhkan yaitu
mereka teriak kebingungan saat limbah singkongnya sudah menggunung dan di komplain lingkungan
kalau soal itu saya hanya bisa menyarankan sesaui kemampuan saya
maka...
jika ingin buat usaha harus diperhatikan segala detailnya
Jika ingin konsultasi silahkan hub hp saya
Adi 0812-2676-1600 (no SMS)
Terima kasih
Pada Ming, 16/11/08, rony roto menulis:
Dari: rony roto
Topik: membran pervaporasi
Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id
Tanggal: Minggu, 16 November, 2008, 4:18 PM
assalamualaikum wr wb
kepada yth
Bpk.adhi nugraha
ditempat
Perkenalkan nama saya suroto asal banjarnegara.Saya sangat tertarik sekali pada penawaran mesin bioetanol pada web anda.Klo tidak keberatan mohon daftar harga mesin bioetanol untuk kapasitas 100-200liter/hari dengan kadar 80-99,5% etanol.
Saat ini berdasarkan berita sudah mulai dikembangkan membran pervaporasi sebagai pengganti destilasi yg biaya produksinya lebih mahal.apakan mesin bioetanol anda sudah menggunakan teknologi ini?
terimakasih atas penjelasannya dan saya ucapkan banyak2 terimakasih
hormat saya
suroto
Alat yang kami buat merupakan generasi kedua
generasi pertama berupa alat destilasi "biasa" yang serring dijumpai di produsen alkohol tradisional dengan 3 - 4 tahap untuk mencapai kadar 95%
generasi kedua ini sebenernya cukup 1 tahap dari fermentat menjadi alkohol 95 %
namun untuk mengantisipasi beberapa faktor external
saya cukup memberi arahan alat tersebut bekerja 2 tahap
yaitu fermentat==> alkohol35%==>alkohol95%
volume fermentat yang bisa masuk untuk satu kali proses 100 s/d 150 liter
waktu normal yang dibutuhkan 8-9 jam
dengan pemanas 100% berasal dari pemanas listrik
harga Rp. 4.000.000 (empat juta rupiah)
harga belum termasuk ongkos kirim
sebenarnya saya sudah mempersiapkan alat yang saya sebut "liner emulsifier" yang jika di pasangkan pada alat destilasi generasi 2 (ALG2) mampu memproduksi alkohol 99 % dalam satu tahap proses
namun saat ini saya masih menunggu hak patent yang belum keluar
jika di bandingkan molucelar ciever sintetis alat ini lebih simple karena semi atomatis
jika menggunakan membran pemisah air dan alkohol memang bagus dan sangat baik, namun karena harga membran dan rentang pemakaian yang sangat pendek
sehingga sangat mahal jika dihitung per liternya
sehingga alat liner saya sangat ekonomis
untuk sementara
saya sarankan anda memiliki ADG2 kami
jika liner kami sudah keluar patent nya
tinggal di upgrade ke ADG2
terserah kebijakan anda dengan memperhatikan bugdet anda
alat yang kami buat relatif murah jika dibandingkan alat sejenis
dan tentunya alat kami selalu selangkah lebih maju teknologi nya
jika anda serius ingin memesan silahkan hubungi saya di
Adi
0812-2676-1600
Terima kasih
Pada Sel, 11/11/08, Albertus Togelang
menulis:
> Dari: Albertus Togelang
> Topik: Mesin Destilasi Ethanol
> Kepada: adhie_nugraha22@yahoo.co.id
> Tanggal: Selasa, 11 November, 2008, 9:06 AM
>
> Yth Pak Adi,
>
> Saya dan teman-teman berminat untuk memproduksi ethanol, dan saya mendapat
> informasi dari internet mengenai mesin ethanol.
> pertanyaan saya:
> Berapa lama pembuatan mesin tersebut?
> Mesin mendestilasi dengan bahan baku apa?
> Berapakah prosentase kadar alkohol yang keluar dari mesin anda?
> Bisakah saya melihat mesin anda secara langsung? di mana? dan kapan?
> Berapa kapasitas mesin per hari? berapa jam operasi?
> bisakah anda mensupply bahan baku tersebut?
> apakah
anda memberikan teknik pem-fermentasian juga?
> Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.
>
> Salam hormat,
> ALBERT
Terima kasih emailnya
Kami membuat 10 hari kerja
alat tersebut bisa di gunakan untuk penyulingan minyak atsiri (cengkeh, nilam, pala, dll)
juga tentunya bisa kami buat khusus untuk bioethanol
mengenai bahan baku biasanya dari singkong, molases, maupun nira
kalau alat kami sebenernya bisa membuat langsung menjadi ethanol 95%-97%
namun kami tidak mau membuat hal tersebut menjadi slogan kami
kami cukup mengatakan alat kami bisa mempercepat proses yang tadinya diperlukan 3-4 tahap hingga diperoleh ethanol min. 95 %
sekarang cukup 1-2 tahap menjadi ethanol min 95 %
alat kami sudah menggunakan pemanas elektrik yang bisa diatur suhunya
kalau untuk melihat alat, kami tidak pernah mempersilahkan orang untuk main ke
bengkel kami
karena selain saya lebih sering menjadi konsultan perancangan pabrik bioethanol
juga untuk meminimalkan kemungkinan plagiat
namun sudah puluhan orang yang mempercayakan pembuatan alat kami tanpa harus datang lebih dahulu
dan
pihak-pihak tersebutlah yang akan kami persilahkan main ke workshop kami atau saya yang menjadi konsultan mereka
kami memang membatasi diri
tapi jika anda sudah pernah membeli alat kami
pintu kami terbuka lebar untuk anda
kapanpun anda berminat datang
mengenai kapasitas mesin per hari anda bisa kalkulasikan
jika kapasitas in 100 lier berarti kapasitas out 15 liter ethanol 95 % setiap proses
satu proses diperlukan 6-8 jam
jika anda sehari 2 kali proses maka diperoleh 30 liter ethanol 95 %
jika anda sudah membeli alat , sudah otomatis saya menjadi konsultan produksi (termasuk teknik fermentasi yang efisien) anda (GRATIS)
jika anda
menginginkan saya datang ke lokasi, anda hanya menanggung biaya transportasi
1 komentar:
saya senabg dengan isi blog ini ..informasinya sangat berguna sekali.
yang ingin saya tanyakan adalah.. apakan ada perusahaan yang menampung hasil dari pengolahan ketela/ tepung tapioka...?
kalau ada bolehlah saya di beritau...
kirim kan aja ke emai saya..raihanhan@yahoo.co.id.
erima kasih.
Posting Komentar